Hai, halloo... Saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman menggunakan tablet untuk pertama kali, ya ini adalah tablet pertama saya. Sebelumnya, untuk kebutuhan mobile saya mengandalkan hape dan laptop. Sebenarnya saya bukan pengguna berat atau profesional. Saya pakai tablet ini untuk kerja ringan, nulis, dan hiburan sehari-hari.
![]() |
| Ceritanya lagi nulis artikel di tablet android sambil ngopi. |
Rasa ingin memiliki tablet ini muncul ketika saya sudah merasa kerepotan ke mana-mana bawa laptop dan hape kurang mengakomodir kebutuhan produktif dan hiburan saya. Redmi Pad 2 ini sudah saya incar sejak sering melihat reviewnya seliweran di Youtube. Meskipun di kolom komentar banyak yang menyayangkan RAM-nya cuma 4 GB (ternyata RAM segini gak ada masalah). Selain alasan harga yang membuat saya tetap ingin memilikinya adalah layarnya yang katanya bagus banget (dan ternyata memang bagus).
Sudah hampir empat bulan saya menggunakan tablet ini dan memang rasanya menyenangkan. Bikin bahagia. Saya bukan reviewer gadget tulen jadi mungkin akan kesulitan mengungkapkan pengalaman teknis menggunakan tablet ini. Setelah tiga bulan berjalan, tablet ini memang cocok untuk saya sebagai tablet Android untuk kerja ringan dan hiburan.
Selama ini saya menggunakan Redmi Pad 2 lebih sering untuk hiburan karena layarnya enak sekali dipandang. Saya biasa menggunakan untuk browsing, media sosial, nonton video di Youtube, dan main game ringan. Kalau kamu ingin lihat versi dan harganya saat ini, saya sertakan link di bawah. Namun tak jarang juga saya menggunakan untuk kerja dan produktivitas sederhana jika dibutuhkan. Redmi Pad 2 ini memang tablet untuk produktivitas dan hiburan.
Redmi Pad 2 : https://tk.tokopedia.com/ZSaDydYCf/
Nah, untuk mendukung kebutuhan produktif. Saya menginstall beberapa aplikasi yang selama ini cukup membantu kinerja saya. Untuk urusan menulis dan dokumen, saya mengandalkan Google Docs karena selama ini saya juga terbiasa menggunakannya di desktop dan laptop. Sehingga urusan sync pekerjaan bisa seamless. Di tablet ini sebenarnya juga ada WPS Office sebagai aplikasi bawaan tapi hampir tidak pernah saya gunakan kebutuhan saya sudah terpenuhi oleh Google Docs. Meski tidak pernah digunakan aplikasi ini belum saya hapus karena eman-eman dan siapa tahu nanti butuh.
Untuk browsing saya menggunakan Chrome karena ya ini sudah cukup banget.
Canva menjadi aplikasi desain andalan meskipun saya jarang menggunakannya untuk desain. Selain itu saya juga install Phonto, Capcut, Lightroom, dan aplikasi lainnya untuk menunjang pekerjaan saya. Akan saya jelaskan lebih panjang pada postingan lain tentang masing-masing aplikasi yang saya gunakan.
Tablet itu sebenarnya lebih tepat sebagai perangkat hiburan. Banyak banget aplikasi hiburan yang dapat diakses dengan tablet ini. Mulai dari Youtube, Tiktok, sampai aplikasi streaming seperti Netflix. Buat main game juga enak (tapi yang ringan-ringan aja ya). Hanya orang yang memahami kebutuhan kerjanya yang menggunakan tablet ini untuk menunjang pekerjaan, sisanya saya yakin orang akan menggunakan tablet ini lebih banyak untuk hiburan.
Hal yang paling saya suka dari tablet ini adalah layarnya yang jernih. Sudah saya sebutkan beberapa kali sebelumnya tentang layar ini. Buat nonton enak sekali. Speakernya juga enak. Selain itu tentu saja tablet itu praktis, gampang buat dibawa ke mana-mana. Baterainya juga awet, untuk gaya penggunaan harian saya baterainya bisa tahan seharian penuh. Bahkan kadang kalau gak terlalu sering main media sosial, baterai bisa awet sampai esok hari. Buat saya ini wow banget karena sebelumnya hape saya bisa ngecharge tiga-empat kali dalam sehari, laptop apalagi - gak bisa nyala kalau gak sambil dicolok ke listrik.
Namun ada juga yang membuat saya kurang nyaman menggunakan tablet ini yaitu ukurannya yang besar. Layar yang besar memang enak tapi juga bikin bobotnya berat. Saya kadang masih memperlakukan tablet ini seperti sedang menggengam hape, pakai satu tangan sambil rebahan. Dan ini membuat tangan cepat capek. Serta kalau terpeleset bisa langsung jatoh ke muka (pernah kejadian sekali menimpa bibir dan itu rasanya sakit).
Oh ya, buat info saja yang mungkin tertarik sama tablet ini. Tidak semua aplikasi bisa berjalan optimal. Ada beberapa aplikasi yang saya uninstall setelah hanya sebentar saya gunakan. Untungnya itu bukan aplikasi yang sangat saya butuhkan jadi tidak masalah buat saya untuk menghapusnya. Dan ingat jangan digunakan untuk kerja berat seperti editing video macam di Davinci Resolve atau main game AAA.
Buat yang mau beli ini saya kasih tahu, ketika beli hanya dapet si tablet dan charger. Tidak ada stylus dan aksesori lainnya, jadi harus beli terpisah. Buat saya ini tidak masalah karena selama ini juga saya menggunakan tablet tanpa banyak aksesori, hanya keyboard bluetooth yang sudah saya miliki sejak lama. Kalau kamu berencana untuk punya, keyboard model seperti ini cukup membantu kerja di tablet.
Keyboard Bluetooth : https://tk.tokopedia.com/ZSaDyvAxd/
Bisa dibilang Redmi Pad 2 ini cocok untuk kamu yang menggunakan tablet untuk kebutuhan harian seperti kerja ringan bagi pelajar atau konten ringan. Untuk hiburan tablet ini mantab sekali. Jika sampean berencana menggunakan tablet untuk editing berat dan kerja profesional full-time sepertinya tablet ini tidak cocok untuk kamu. Cari yang lain yang lebih mahal saja dari pada nanti menyesal.
Kehadiran tablet ini sudah mengurangi banyak ketergantungan saya kepada hape dan laptop. Apakah puas? tentu saja saya puas menggunakan tablet ini. Banyak pekerjaan jadi lebih mudah dikerjakan setelah menggunakan tablet ini. Saya masih akan lanjut menggunakan tablet ini untuk waktu yang lama. Jika kamu punya kebutuhan dan gaya pemakaian harian mirip dengan saya, saya merekomendasikan tablet ini.
Catatan: beberapa link di artikel ini adalah link afiliasi. Tidak ada biaya tambahan untuk kamu.
